Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Upacara Rambu Solok: Upacara Kematian Yang Diselenggarakan Layaknya Pesta Besar!!

Upacara Rambu Solok
Upacara Rambu Solok
Upacara Rambu Solok adalah sebuah upacara kematian masyarakat toraja yang diselenggarakan layaknya pesta besar. Seperti diketahui, sebagian besar daerah di Indonesia menganggap kematian adalah sesuatu yang sakral.

Salah satu contohnya adalah di Kabupaten Tana Toraja (Sulawesi Selatan), dimana masyarakat disana memiliki sebuah tradisi kematian yang mereka sebut " Upacara Rambu Solo' " atau " Upacara Rambu Solok ".

Upacara Rambu Solok adalah sebuah upacara besar untuk mengantarkan kerabat yang meninggal dunia. Hal ini mereka lakukan, karena mereka percaya bahwa roh orang meninggal dunia belum benar-benar meninggal dunia sebelum dilengkapi dengan upacara ini. Berikut ulasan lengkapnya.

Upacara Rambu Solok: Upacara Kematian Khas Toraja Yang Diselenggarakan Layaknya Pesta Besar!!

#1. Kerbau Merupakan Bagian Upacara

Walaupun hanya sebuah ritual kematian, namun penyelenggaraan upacara kematian ini diselenggarakan layaknya pesta besar. Karena ada puluhan, bahkan ratusan ekor kerbau yang akan dikorbankan dalam upacara ini.

Disamping itu, upacara kematian ini juga melibatkan banyak orang dengan biaya yang mencapai ratusan juta rupiah. Hal ini dilakukan, karena mereka percaya bahwa kesempurna ritual ini menentukan posisi orang yang meninggal dunia tersebut.

Apakah menjadi roh yang gentayangan yang mereka sebut " bombo ", atau menjadi roh yang mencapai tingkatan dewa yang disebut " to-membali puang " atau mungkin menjadi dewa pelindung yang disebut " deata ".

Bahkan, satu tahun sebelum upacara kematian ini diselenggarakan, masyarakat toraja harus mengadakan upacara " Mapalao " yaitu sebuah ritual penyembelihan kerbau yang dagingnya dibagi-bagikan ke masyarakat disekitarnya.

Dan tanduk kerbau yang disembelih dalam upacara mapalao ini akan dipajang ditiang depan rumah adat. Dimana, tanduk kerbau tersebut menunjukan status sosial dalam masyarakat toraja.

Selama upacara kematian ini diselenggarakan, semua anggota keluarganya diwajibkan hadir untuk menerima tamu. Uniknya, semua anggota keluarga yang ditinggalkan tersebut tidak diperbolehkan berduka.

BACA JUGA: 25+ Tempat Wisata di Tomohon Yang Paling Populer Dikunjungi!!

#2. Para Anggota Keluarga Inti, Mulai dari Saudara Hingga Cicit Harus Menemani Jenazah

Selama proses upacara rambu solok, semua anggota keluarganya, mulai dari saudara-saudaranya hingga cicit-cicitnya diwajibkan menemani jenazah tersebut di lankien selama kurang lebih 9 hari 8 malam.

Lankien adalah sebuah tempat untuk menyimpan jenazah sebelum jenazah tersebut dimasukan ke liang tebing batu. Setelah upacara kematian diselenggarakan barulah jenazah tersebut dibawa ketebing batu untuk dikuburkan.

Berdasarkan sejarahnya, dulu para bangsawan dan keluarganya saja yang diizinkan melakukan upacara kematian ini. Namun sekarang siapapun diperbolehkan melakukan upacara kematian ini asal mempunyai dana.

#3. Upacara Rambu Solok adalah Upacara Kematian Paling Mahal di Indonesia

Seperti yang disinggung diatas, untuk menyelenggarakan upacara rambu solok ini dibutuhkan dana yang banyak yakni mencapai ratusan juta rupiah. Hal ini dikarenakan upacara kematian khas toraja ini sangat rumit dan komplek.

Secara umum, upacara kematian khas masyarakat toraja ini terdiri dari 4 bagian yaitu mapalao, penerimaan tamu, penyembelihan kerbau, dan penguburan jenazah.

Dan bagian penyembelihan kerbau adalah bagian yang sedikit rumit, karena kerbau yang sudah diterima oleh pihak keluarga, baik itu berasal dari sumbangan maupun dari hasil beli sendiri akan dihitung oleh para panitia.

Nah, dalam proses penyembelihan kerbau ini terkadang ada protes tentang jumlah kerbau yang akan disembelih. Namun kesepakatan harus ada, walaupun proses penyembelihan berakhir dengan protes.

#4. Waktu Upacara Rambu Solok Diselenggarakan

Bagi wisatawan yang ingin menyaksikan langsung upacara kematian ini, memang tidak ada tanggal pasti, namun biasanya upacara kematian khas toraja ini sering diselenggarakan pada bulan desember setiap tahunnya.

Akhir Kata

Nah, itulah ulasan tentang upacara rambu solok, yaitu upacara kematian khas toraja yang diselenggarakan layaknya pesta besar. Baca juga 11+ Wisata Pantai di Wakatobi (Sulawesi Tenggara) Yang Wajib Dikunjungi!!.